WHATNOT BLOGROLL

WOK THE ROCK

This one of the Yes No Wave Music founder is a headbanger. Lives and works in Yogyakarta, ID. He bangs many heads, from visual art, music, web/graphic design, girls to beer and marijuana. He loves bikini, photography and rock n’ roll. Don’t hesitate to join him for a gang bang show.

 

Telah Dibuka DGTMB Shop

Sunday, 21 December 2008

Daging Tumbuh (dgtmb) pertama kali diperkenalkan kepada publik sebagai komik underground. Digagas, dikembangkan, dan dibidani oleh Eko Nugroho, edisi pertama dgtmb terbit Juni tahun 2000. Dengan konsep melawan arus utama yang berlaku umum, dgtmb menerapkan sistem kontribusi terbuka: siapa saja bisa mengisi dan berekspresi apa saja, tanpa melalui proses seleksi atau kurasi. Sebagai media independen, dgtmb dipasarkan melalui jaringan pasar independen pula: dari tangan ke tangan, menitip di distro, galeri dan rumah seni, beredar pada kegiatan-peristiwa kesenian, sampai membuka lapak di Sunday Morning, pasar tiban mingguan di bilangan Bulaksumur, Universitas Gadjah Mada.

Dgtmb, terbit enam bulanan, selalu muncul dalam format fotokopian. Pertama kali diproduksi sejumlah 35 eksemplar, perbanyakannya dihentikan di angka 150 kopi, meski permintaan pembaca terus meningkat. Yang tidak kebagian dianjurkan untuk memfotokopi. Hingga kini, dgtmb sudah mencapai 12 edisi, dengan lebih dari 200 seniman dari Indonesia seperti Terra Bajraghosa, Eko Dydik “Codit”, Beng Rahardian , Wedhar Riyadi, Agung Kurniawan, Eddie Hara, dan Mella Jaarsma, serta beberapa dari Singapura, Belanda, Jepang, Swiss, Spanyol, dan Malaysia, terlibat di dalamnya.

Di tahun 2004, selayaknya gagasan yang terus berkembang secara dinamis, Eko Nugroho memproduksi kaus yang disablon sendiri dan diedarkan terbatas. Ekstensifikasi keluaran the dgtmb ini seolah-olah menjawab keinginan para apresiator the Dagingtumbuh akan produk selain komik, yang terus menguat sejak tahun 2002. Terbukanya kesempatan untuk pembelajaran kerja bersama dan respon publik yang menggembirakan memicu tekad untuk mengelola secara serius gagasan pembuatan merchandise. Tahun 2008, Eko Nugroho membuka akses publik pada beragam bentuk merchandise dagingtumbuh, melalui the dgtmb Shop. Sebagai titik berangkat, produk-produk the dgtmb Merchandise kini baru mengalih-bentukkan karya-karya Eko Nugroho. Nantinya, karya-karya yang pernah dimuat di komik dagingtumbuh akan diadaptasi menjadi merchandise.

Silahkan cuci mata disini

Leave a Reply

Advertisement
 
 
 
 
BLOGROLL
Latest Blogroll Post
Whatnot TV
WHATNOT FM
Have A Nice Day
HAVEANICEDAY2008-0013.jpg
Advertisement
Advertisement
Advertisement