Archive for December, 2008

Artploitation by Antonio Mendoza

Monday, December 29th, 2008

Saya mengenal nama seniman tulen yang satu ini saat googling website band black metal Mayhem. Dari hasil pencarian mata saya spontan berbinar-binar pada sebuah website bertajuk www.mayhem.net dengan deskripsi sebagai berikut: The chance meeting of art and crime on the dissecting table. Home of the online serial killer. Home of the digital pirate. Adik kelas saya Ican Harem makin giat berolahraga karena website ini.

Antonio Mendosa adalah anak pengungsi asal Kuba yang lahir di Miami. Setelah mengantongi gelar sarjana semiotika, pemuda ini bertekat untuk bekerja di industri film di Los Angeles. Nasib berkata lain, dia terjebak di kontrakan temannya dan seketika memutuskan untuk berkarir menjadi seniman sebagai panggilan hidupnya. Karyanya berupa lukisan, kolase, website, gambar lenticular hingga instalasi video. Seniman ini sangat terobsesi dengan seni dan kriminalitas. 2 judul buku tentang kriminalitas juga telah ditulisnya, “Killers on the Loose” di tahun 2000 dan “Teenage Rampage” pada Desember 2002. Di waktu senggangnya, dia bermain musik bersama Mr. Tamale.

Silahkan menikmati karya seni Antonio Mendoza:
www.mayhem.net
www.subculture.com
South Beach Disco

Selamat Tahun Baru 1430 Hijriyah!

Semua Orang Sayang Frau

Thursday, December 25th, 2008

Saat ini penggemar musik di kota pelajar sayang Frau. Gemes dan banyak juga mahasiswa yang siap menyusun proposal. Frau adalah Lani Hermiasih. Anaknya biasa saja. Saya aja yang suka membesar-besarkan desas-desus. Lani berusia 20 tahun. Lulusan SMA Stella Duce 1 yang saat ini duduk di bangku Jurusan Antropologi UGM. Setelah sempat mengenyam karir di Anggisluka, mencabik bass di Essen Und Blood dan menjadi musisi ‘tambahan’ di Southern Beach Terror, mahasiswi ini diam-diam merangkai beberapa komposisi lagu yang dimainkan dan dinyanyikan sendirian. Beberapa lagunya mengadopsi jurus maut Regina Spektor dan sisanya punya rasa lebih manis dikecap di misa Natal malam ini. Mungkin sudah saatnya Pusat Liturgi Gereja di Indonesia mulai menciptakan lagu-lagu baru yang lebih menggigit dan menggemaskan seperti Frau ini.

‘Met Natal N Taun Baru!


Mesin Penenun Hujan


Intensity Intimately


I’m a Sir

Jumpai Frau disini

Fabric Art By Yuvita Dwi Raharti

Wednesday, December 24th, 2008

Yuvita Dwi Raharti adalah salah satu pussycat yang lemah-lembut di kelompok seniwati Sindikat Monster Poni asal kota pelajar. Seperti halnya 2 pussycat lainnya di kelompok tersebut, Yuvita gemar sekali bermain kain perca dan pernak-pernik tata busana, membedah baju, tas, celana bekas dan menyayatnya dengan sulaman benang-benang rajut. Selain membentuknya kembali menjadi barang pakai seperti kap lampu, baju dan tas, Yuvita juga membangunnya menjadi sebuah karya wall-based art dengan dimensi yang cukup besar dan menawan hati semua orang. Pameran tunggalnya diselenggarakan di Via-Via Kafe Yogyakarta pada 10 April 2008 lalu. Beberapa karya yang tampil disini adalah karya terbarunya yang juga telah dipamerkan di galeri-galeri seni yang kini makin banyak dikunjungi oleh orang-orang asing dari negeri antah berantah. Seniwati ini sulit sekali dihubungi di dunia maya meskipun memiliki e-mail dan akun di Facebook. Tinggal, berkarya di Yogyakarta dan makin terlihat malu-malu mesra bersama Wedhar Riyadi.

Open Call Submission For DGTMB Comic!

Sunday, December 21st, 2008

Seniman komik yang budiman, DGTMB edisi 13 akan segera diterbitkan. Marilah teman-teman berbondong-bondong mengisinya!

Syarat DGTMB #13:
1. Temanya bebas
2. Naskah yg dikirim adalah hasil fotokopian, bukan yg asli. Begitu pula jika naskah dikirim via email, jadi hasil fotokopinya yg di scan. Siapa kirim naskah duluan maka akan dimuat duluan
3. Karya dikirim ke DGTMB Shop, Jl. Parangtritis No. 115A Yogyakarta. Paling lambat diterima di DGTMB Shop pada tanggal 11 Januari 2008.
4. Peserta siapa saja boleh, tidak terbatas pada usia, profesi, suku ataupun golongan.
5. Karya yang masuk adalah halal/syah untuk dibajak oleh publik luas. karena ini adalah konsep utama dagingtumbuh.
6. Harus siap secara mental menjadi terkenal.
7. Tiap edisi hanya memuat 15 s/d 25 peserta, disesuaikan banyak sedikit peserta.
8. Tiap naskah yg masuk maksimal 12 halaman dan udah termasuk kover. minimal satu halaman.
9. Dianjurkan iuran untuk mendapatkan copy edisi terbaru, besar iuran Rp. 25.000 per peserta.
10. Hasil kompilasi akan di produksi hanya 150 copy, dan selebihnya bisa dibajak.
11. Segala bentuk informasi akan di umumkan di dgtmb.blogspot.com dan www.ekonugroho.or.id/dgtmb
12. Edisi 13 akan diberi judul “PERSETERUAN LENDIR BERSAUDARA”

Telah Dibuka DGTMB Shop

Sunday, December 21st, 2008

Daging Tumbuh (dgtmb) pertama kali diperkenalkan kepada publik sebagai komik underground. Digagas, dikembangkan, dan dibidani oleh Eko Nugroho, edisi pertama dgtmb terbit Juni tahun 2000. Dengan konsep melawan arus utama yang berlaku umum, dgtmb menerapkan sistem kontribusi terbuka: siapa saja bisa mengisi dan berekspresi apa saja, tanpa melalui proses seleksi atau kurasi. Sebagai media independen, dgtmb dipasarkan melalui jaringan pasar independen pula: dari tangan ke tangan, menitip di distro, galeri dan rumah seni, beredar pada kegiatan-peristiwa kesenian, sampai membuka lapak di Sunday Morning, pasar tiban mingguan di bilangan Bulaksumur, Universitas Gadjah Mada.

Dgtmb, terbit enam bulanan, selalu muncul dalam format fotokopian. Pertama kali diproduksi sejumlah 35 eksemplar, perbanyakannya dihentikan di angka 150 kopi, meski permintaan pembaca terus meningkat. Yang tidak kebagian dianjurkan untuk memfotokopi. Hingga kini, dgtmb sudah mencapai 12 edisi, dengan lebih dari 200 seniman dari Indonesia seperti Terra Bajraghosa, Eko Dydik “Codit”, Beng Rahardian , Wedhar Riyadi, Agung Kurniawan, Eddie Hara, dan Mella Jaarsma, serta beberapa dari Singapura, Belanda, Jepang, Swiss, Spanyol, dan Malaysia, terlibat di dalamnya.

Di tahun 2004, selayaknya gagasan yang terus berkembang secara dinamis, Eko Nugroho memproduksi kaus yang disablon sendiri dan diedarkan terbatas. Ekstensifikasi keluaran the dgtmb ini seolah-olah menjawab keinginan para apresiator the Dagingtumbuh akan produk selain komik, yang terus menguat sejak tahun 2002. Terbukanya kesempatan untuk pembelajaran kerja bersama dan respon publik yang menggembirakan memicu tekad untuk mengelola secara serius gagasan pembuatan merchandise. Tahun 2008, Eko Nugroho membuka akses publik pada beragam bentuk merchandise dagingtumbuh, melalui the dgtmb Shop. Sebagai titik berangkat, produk-produk the dgtmb Merchandise kini baru mengalih-bentukkan karya-karya Eko Nugroho. Nantinya, karya-karya yang pernah dimuat di komik dagingtumbuh akan diadaptasi menjadi merchandise.

Silahkan cuci mata disini

RILISAN BARU: ADIT BUJBUNEN AL BUSE “O.S.T. MAUJUD”

Tuesday, December 16th, 2008

// YES NO WAVE MUSIC ///
YESNO 024
ADIT BUJBUNEN AL BUSE
“O.S.T. Maujud”

“Ini adalah sebuah soundtrack dari film fiksi horror fiktif berjudul MAUJUD, dan merupakan proyek kolaborasi antara Adit Bujbunen Al Buse (Karbala Bukan Fatamorgana) dengan sejumlah music/sound project yang pernah dijalaninya, baik project pribadi maupun project kolaborasi dengan beberapa musisi/sound artist Indonesia, seperti Dee Gothesque (Starsun), Danif Pradana (Kalimayat/Khuruksetra/Apocalypse Jihad/Gagak) dan Halim Budiono (Cranial Incisored). Selain itu juga terdapat remix dari sebuah lagu milik Efek Rumah Kaca berjudul Di Udara, dimana lagu ini diremix dengan campuran postrock/noise.

Keseluruhan materi dalam album ini merupakan perpaduan dari berbagai macam unsur eksperimental, baik digital maupun analog, bahkan beberapa diantaranya mungkin tidak terdengar sebagai musik tapi “bunyi”. Ini merupakan sebuah eksplorasi jauh yang menggambarkan sisi kreatif seorang Adit Bujbunen Al Buse, yang meski hasil outputnya mungkin belum maksimal, karena musisi yang berkolaborasi mempunyai background dan cara merekam yang berbeda-beda, tapi secara keseluruhan materi dalam album ini sudah bisa menjadi pendobrakan baru dalam avant garde (musik Indonesia) dan cara berkolaborasi yang mostly dikerjakan jarak jauh, antar kota dan bahkan antar negara merupakan tantangan tersendiri dan penuh kejutan.”

(Halim Budiono – Cranial Inscisored)

This is a soundtrack of fictional horror-fiction  movie titled “Maujud”. The soundtrack is a collaboration of Adit Bujbunen Al Buse (Karbala Bukan Fatamorgana) with several of his previous music/sound projects, both his individual and his collaboration projects with several musicians such as Dee Gothesque (Starsun), Danif Pradana (Kalimayat/Khuruksetra/Apocalypse Jihad/Gagak) dan Halim Budiono (Cranial Incisored), respectively.  Moreover, this soundtrack also features a song from Efek Rumah Kaca, Di Udara, which is remixed into postrock/noise tone.

The overall materials in this album combine several experimental elements both digital and analog, some of which, are more to “sounds” than music. The result is a far-reached exploration of Adit Bujbunen Al Buse that depicts his creative ability. Although the final output is not yet maximal, due to the various backgrounds of the collaborators and recording techniques they employed, the overall result is quite suffice as a break-through in Indonesian avant-garde genre. Moreover, the process of creation in this album, which is mostly done inter-city and even internationally, is quite a challenge and make it surprising as it is.

(Halim Budiono – Cranial Inscisored)

Tanggal Rilis:
16 Desember 2008

Track List:
01. Zonabeasto – Padang Kebuasan
02. Ketika purnama tiba – Mimpi Mencekam
03. Gothesque & the pond of thousand sad faces – Muisto
04. Karbala bukan fatamorgana – Dasawarsa Memburam Asa
05. Aditya Saputra & Danif Pradana – Unfinished Business
06. LeppenGenni – Cekik, Cekam, Menghujam & Hancurkan
07. Udanwatu – Kala Fajar Hitam Menyingsing
08. Mereka… – Di Sebuah Kamar Mandi
09. Somno Disturbia – Eulogi Arsenikum (ERK – Di Udara Remixed)


Udanwatu – Kala Fajar Hitam Menyingsing


Somno Disturbia – Eulogi Arsenikum (Erk – Di Udara Remixed)

Dapatkan secara gratis di
YES NO WAVE MUSIC

Materi lagu dan artwork dari rilisan ini menggunakan lisensi:

/// NEXT RELEASES ///
[YESNO 025] SODADOSA “Murmuring Chaos”

Yes No Wave Music didukung oleh:
Ruang Laba // The Internet Archive // Creative Commons Lisence

YES NO WAVE MUSIC
http://www.yesnowave.com

Jl. Nagan Lor 17, Patehan, Kraton
Yogyakarta 55133
+62 274 375131
yesnowave@gmail.com

Sleeveface: Be The Vinyl

Saturday, December 13th, 2008

Beberapa bulan terakhir ini saat mengerjakan proyek Burn Your Idol, saya sangat tertarik mempelajari tentang cover album rekaman yang juga sering disebut dengan sleeve art, album art atau cover art (ini yang paling aneh). Tidak hanya dari segi artistik dan desainnya saja, tapi juga budaya dan adat-istiadat penggemar musik dan dunia musik menyikapi sampul album ini. Mas Batman alias Henry Founda Tion (seperti yang tertera di Facebook) pernah membuat project seni tentang sampul-sampul kaset jaman dulu yang identik menggunakan foto repro sampul asli yang ditempel pada lembar sampul. Saya pun kemudian terseret menuju beberapa situs yang membahas tentang sampul album, mulai dari the best sleeve art, the worst-nya hingga kajian perkembangan desain sampul album. Namun yang paling membuat saya gembira adalah sebuah proyek seni yang bernama Sleeveface.

Sleeveface digagas secara iseng oleh Carl Morris, pemuda asal Wales. Idenya sangat sederhana. Menutupi wajah dengan artwork sampul piringan hitam yang bergambar wajah lalu memotretnya. Dibuatlah sebuah blog yang memajang hasil foto-foto tersebut dan mengundang siapa saja untuk mengirimkan hasil jepretannya hingga akhirnya terkumpul sangat banyak sampai dilirik oleh sebuah penerbit buku ternama untuk dijadikan buku. Proyek ini cukup fenomenal di Inggris dan situs-situs jaringan sosial.

Bagi para kolektor piringan hitam, jangan hanya diputar saja piringannya…ambil sampulnya dan siaplah beraksi. Kirimkan fotonya di situs mereka, siapa tau turut dibukukan di edisi selanjutnya.
Dari hasil riset kecil ini sayapun bikin proyek Paint It Back. Proyek yang biasa saja. Kitsch seperti biasanya dan tentunya akan saya posting disini.

Simak tutorial proyek ini:

Baca wawancara PingMag dengan Carl Morris disini.

Gabung di grup Facebook-nya disini bro..

The Upstairs @ Doctorin’ Ur Tastz

Friday, December 12th, 2008


netBloc Volume 19: Doctorin’ Ur Tastz
netBloc adalah proyek kompilasi rilisan blocSonic, sebuah netlabel yang dikelola oleh Mike Gregoire -seorang penggemar netaudio dan supporter sejati rilisan lagu-lagu yang menggunakan lisensi Creative Commons Lisence. netBloc dirancang dengan gaya mixtape, yaitu memilih dan memungut lagu-lagu favorit lalu merangkumnya dalam urutan playlist yang terencana dengan rapi. Kompilasi ini dilengkapi dengan sebuah booklet dalam format pdf yang berisi informasi detail tiap track mulai dari catatan rekaman, biografi artist, interview artist, cover album, foto artist dan deskripsi netlabel yang merilisnya.

Volume 19 ini memuat lagu Televisi milik The Upstairs dan merupakan rilisan kedua dari Yes No Wave Music yang dipungut dan diterbitkan oleh blocSonic. Kompilasi ini menyajikan beraneka-ragam genre dari hip-hop, trip-hop, post-punk, coldwave hingga power pop standar.


Confusion Is Next “The River”


The Transisters “Walking On A Blackhole”

Go grab it here for the whole files!

Dictionaraoke

Monday, December 8th, 2008

Buat teman-teman vokalis, MC dan siapa saja yang suka nyanyi lagu barat tapi kurang cas cis cus dalam bahasa Inggris, Dictionaraoke adalah sarana yang paling oke dalam belajar sambil bermain. Dictionaraoke adalah latihan pelafalan bahasa Inggris yang dikemas dalam lagu-lagu karaoke. Proyek ini digagas oleh kelompok musisi eksperimental, Snuggles.


Aqua “Barbie Girl”


Carcass “Heartwork”


Underworld “Born Slippy”


Lou Reed “Walk On The Wild Side”

Tersedia 30 lagu yang gratis untuk diunduh dan terbuka bagi siapa saja untuk menyumbangkan lagunya di situs Dictionaraoke lengkap dengan tutorialnya. Unduh lagu-lagunya disini. Untuk tutorial bisa diklik disini.

Silahkan diunduh dan dicoba nyanyi rame-rame. Kalo masih saja belum fasih, tambah terus mirasnya..dijamin casciscus dengan skor TOEFL diatas rata-rata!