Archive for the ‘Uncategorized’ Category

The Order Of Things

Friday, August 27th, 2010

http://www.mes56.com/img/POSTER-AKIQ.jpg

The Order Of Things
Pameran Tunggal oleh Akiq AW
Ruang MES 56
Jl. Nagan Lor No.17, Yogyakarta, Indonesia
Pembukaan: 28 Agustus 2010, jam 20.00 WIB
Pameran berlangsung: 28 Agustus 2010 sampai 18 September 2010

The Order Of Things adalah tema yang penuh dengan nilai-nilai, tatanan, obyek-obyek yang bersinggungan dengan banyak kepentingan. Sebuah pertanyaan yang tidak perlu dijawab, namun menarik untuk dipikirkan kembali ketika anda pulang dan kemudian anda melihat secara nyata obyek-obyek yang sama di lingkungan sekitar anda. Beberapa diantaranya seperti taman di atap bangunan di lantai tiga, ladang sawah yang mulai menyempit akibat laju pembangunan pemukiman, toilet umum yang dapat berjalan dan berpindah tempat, dan pohon-pohon di taman dengan bentuk-bentuk aneh yang semakin mengalami disfungsi sebagai lahan sejuk dan hijau, dll.

Bagi Akiq AW semua ini bukan suatu pembenaran atau sikap menyalahkan terhadap suatu pihak. The Order Of Things adalah sebuah bentuk ajakan bagi kita untuk berpikir tentang kekinian yang terjadi. The Order Of Things adalah sebuah keberlanjutan cara pandang terhadap prinsip, nilai, norma dan kepentingan antar manusia dan alam di sekitarnya.

============================

The Order Of Things is a theme full of values, sequences, and objects that intersect with a great deal of interests. A question that needs no answer, however, a second thought of it would be intriguing when you come home and later you see exactly the same objects in your surrounding environment; a garden on a roof of a three-floor building, diminishing of rice fields due to rapid housing development, mobile public toilets that can move and change places, and odd-shaped trees in the park–increasingly dysfunction from their role as refreshing and green area, etc.

For Akiq AW, all of these are not a form of justification or stance of putting the blame on a certain party. The Order Of Things is an enticement for us to think of the up-to-date happenings. The Order Of Things is a sustainability of perspective towards principles, values, norms and significances between human beings and their natural surroundings.

Ruang MES 56

CODEX CODE / C2O LIBRARY / SURABAYA

Tuesday, August 24th, 2010

CODEX CODE
C2O LIBRARY

JL. DR. CIPTO 20,
SURABAYA
www.c2o-library.net

ARTISTS:
APRILIA APSARI / ARIELA KRISTANTINA / BAMBANG TOKO WITJAKSONO / BUJANGAN URBAN / BUTAWARNA / CAHYO BASUKI YOPI / GRACE SAMBOH / HENRY FOUNDATION / HOAY WEI DJOEH / ICAN HAREM / IKA VANTIANI / IQI QOROR / IRWAN AHMETT / JIM ALLEN ABEL / MALAIKAT / MARISHKA SOEKARNA / MUHAMMAD AKBAR / OOMLEO / REZA ASUNG AFISINA / S.C.A.N.D.A.L. / UJI HANDOKO / WIMO AMBALA BAYANG / WIYOGA MUHARDANTO / WOK THE ROCK

OPENING:
WED, 25 AUGUST 2010
17.00-END

EXHIBITION:
26-30 AUGUST 2010
OPENING: WEDNESDAY, 25 AUGUST 2010 17.00-END
EXHIBITION: 26 – 30 AUGUST 2010

MONDAY, WEDNESDAY-FRIDAY 10.00-19.00
SATURDAY-MONDAY 11.00-21.00
TUESDAY CLOSED

CODEX CODE DI JAKARTA

Thursday, August 5th, 2010
photo
ruangrupa dan Kedai Kebun Forum
mempersembahkan :

Proyek pameran buku
CODEX CODE

Inisiator: Wok The Rock
Produser: Agung Kurniawan

Seniman:
Aprilia Apsari, Ariela Kristantina, Bambang Toko Witjaksono, Bujangan Urban, Cahyo Basuki Yopi, Grace Samboh, Henry Foundation, Ican Harem, Ika Vantiani, Irwan Ahmett, Jim Allen Abel, Malaikat, Marishka Soekarna, Muhammad Akbar, oomleo, Reza Asung Afisina, S.C.A.N.D.A.L., Uji Handoko, Wimo Ambala Bayang, Wiyoga Muhardanto, Wok The Rock.

Pembukaan pameran :
Sabtu, 7 Agustus 2010
jam 17.00 – selesai
Dimeriahkan oleh:
Reading Performance

Tidak dipungut bayaran dan terbuka untuk umum

Pameran :
8 – 21 Agustus 2010 (setiap hari jam 11.00 – 21.00, kecuali hari Minggu tutup)

RURU Gallery
ruangrupa
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6, Jakarta Selatan 12820
t/f: +62 21 8304220
e-mail: info@ruangrupa.org
www.ruangrupa.org

Not So High (Heels): A Solo Exhibitiob by Wimo Ambala Bayang

Sunday, July 25th, 2010

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs080.snc4/35358_428039188152_587433152_4746094_4547205_n.jpg

Selasa, 16 Agustus 2010
20:00
d gallerie
Jalan Barito I/3 Kebayoran Baru
Jakarta, Indonesia

Membaca karya-karya Wimo Ambala Bayang, dalam pandangan saya, selain merupakan sebuah strategi baru dalam membaca karya fotografi dalam ranah seni visual di Indonesia, juga merupakan satu cara untuk menyelidiki dan mendefinisikan ulang konsep tentang ‘diri’. Dalam konteks pameran ini, dengan demikian, saya menempatkan karya-karya Wimo dalam peta perkembangan seni visual di Indonesia, yang tidak lagi merepresentasikan apa yang di…sebut sebagai realitas melainkan juga melakukan manipulasi dan representasi realitas.

Meskipun kecenderungan pada pendekatan ini sudah ditunjukkan pada masa awal penjelajahan gagasannya, dalam lima tahun terakhir, Wimo bekerja dengan konsep performativitas yang semakin intensif. Dalam wacana seni visual kontemporer, konsep performativitas ini sendiri merupakan sesuatu yang terutama berkembang dari perlintasan antara seni performans, video dan teater. Para seniman menampilkan dirinya dalam karya, atau menggubah ruang menjadi panggung tempat ‘aktor’ memerankan diri dalam konteks karya si seniman. Karenanya, gagasan semacam ini selalu dihubungkan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang subjek atau diri (self).

Wimo banyak menampilkan dirinya pada karya-karya foto atau video, sebuah kecenderungan yang dalam seni rupa kontemporer di Indonesia banyak menjadi populer pada kisaran awal 2000an. Konsep “diri” pada karya-karya Wimo merupakan pernyataan yang individual tentang dunia luarnya, bagian dari kritisisme terhadap fenomena baru dalam masyarakat sekarang.

Wimo Ambala Bayang lahir di Magelang, 1976. Ia belajar di Fakultas Seni Media Rekam, jurusan Fotografi, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Ia telah terlibat dalam banyak program residensi intenasional, di China, Belanda, dan Australia. Selain itu pula, ia berpartisipasi dalam pameran internasional termasuk di antaranya “The Past The Forgotten Time” di Cina, Singapore, Belanda, dan sebagainya. Ia juga terlibat dalam pameran seni kontemporer di Museum of Contemporay Art Shanghai, Cina.

HOLGA D: Uji Coba & Pengembangan Kamera Open-Source

Sunday, July 25th, 2010

Kesuksesan para pengembang free/open-source software sepertinya telah menginspirasi masyarakat dunia di bidang lain baik dalam format digital maupun fisik/analog untuk melakukan metode open-source dalam menciptakan, mengembangkan dan mendistribusikan karyanya. Di ranah digital, hal ini bukanlah hal yang baru dan lebih mudah untuk dipahami dan dilakukan meskipun wacananya masih terus diperdebatkan. Hal ini menjadi makin menarik ketika metode open-source diterapkan dalam produksi karya fisik/analog. Tentu saja proses produksinya menggunakan riset yang panjang dan teliti untuk mencapai keberhasilannya. Sebuah forum baik online maupun offline adalah salah satu cara yang potensial untuk membangun proyek tersebut, karena sifat interaktifitas antara produsen, calon konsumen, peneliti, pakar ekonomi, praktisi teknologi industri dan produsen/desainer lainnya sangat diharapkan dalam mengembangkan produk tersebut secara terbuka.

Setelah Free Beer sukses diproduksi oleh kelompok seni Superflex, kini seorang desainer produk asal India, Saikat Biswas mencoba mengembangkan sebuah konsep desain produksi kamera Holga. Kamera ini dinamainya Holga D. Desain konsep kamera ini sedang dikembangkan oleh sang desainer melalui sebuah forum di situs pribadinya. Holga D adalah kamera digital berbasis kamera analog bernama Holga, sebuah kamera mainan murah yang memiliki karakter kuat yaitu munculnya vignet di bagian pinggir sebuah foto dan adanya bocoran cahaya yang justru memberi nilai artistik khas. Konsep desain kamera ini belumlah 100% fix dan siap produksi. Pada situs pribadinya, Saikat Biswas memaparkan secara rinci apa dan bagaimana kamera ini akan diproduksi dengan menggunakan metode open-source. Ada dua hal penting yang ia soroti, yaitu: 1) Open-source product consumer development; dimana konsumen/user secara terbuka memiliki andil dalam mengembangkan produk ini sesuai dengan kebutuhannya. 2) Homebrew software; maraknya pencipta alat produksi oleh firmware atau produsen unofficial yang menyediakan platform-nya secara terbuka untuk pengembangan proses manufaktur secara mandiri.

Kedua hal ini diyakini akan turut membantu produksi kamera Holga D secara luas oleh siapa saja tanpa adanya hak paten yang mengikat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai terobosan baru di bidang industri ini silahkan klik disini (Desain) dan disini (Konsep). Selamat berpartisipasi!

Artikel ini juga diterbitkan di XEROXED, webzine yang mengulas dan menampilkan hasil karya dan kajian tentang free-culture/open-source.

Image_4_anatomy

NEXT TRASH #2 PIX

Tuesday, July 20th, 2010

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC_0066-700x464.jpg

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC_0025-700x464.jpg
Bangkai Angsa

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC_0059-700x464.jpg
Deathcontrol

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC_0112-700x464.jpg
3Some From Mars

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC_0144-700x464.jpg

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC_0146-700x464.jpg
The Spektakuler

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC_0256-700x464.jpg
Crow Baby

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC_0363-700x464.jpg

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC_0412-700x464.jpg
BobViagra & The Terrorist

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC_0425-700x464.jpg

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC_0430-700x464.jpg
Belajar Membunuh

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC_0335-700x464.jpg

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC_0208-700x464.jpg

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC_0372-700x464.jpg

For more info about Next Trash and Yes No Klub, feel free to click here!

MEGAMIX MILITIA VOL. 1

Thursday, May 27th, 2010

http://farm5.static.flickr.com/4009/4644560819_e9396c9c44_o.jpg

YESNO 047
MEGAMIX MILITIA
Volume 1

Megamix Militia merupakan bagian dari proyek riset eksperimental berdurasi dua tahun berjudul “Konvergensi Media dan Teknologi di Indonesia: Sebuah Tinjauan Perspektif Budaya” yang diadakan oleh KUNCI Cultural Studies Center. Proyek ini bertujuan untuk melakukan eskplorasi atas bagaimana budaya lokal mengapropriasi perkembangan media dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana praktek keseharian dari teknologi informasi menawarkan kemungkinan dan tantangan baru pada perubahan sosial budaya di Indonesia.

Secara khusus, Megamix Militia didesain untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis seputar otentisitas, orisinalitas, kebaruan, serta melakukan eksperimen dan pencarian bentuk-bentuk alternatif produksi budaya dalam konteks perkembangan media dan teknologi yang berperan sebagai salah satu jalur utama produksi, persebaran, dan akumulasi produk pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada Volume 1 ini diundang 5 artist yang masing-masing membuat 2 lagu remix/mashup; yaitu: TerbujurKaku, Shorthand Phonetics, Bottlesmoker, JFK dan Uma Guma. Pada putaran pertama ini kelima artist tersebut mengolah kembali materi-materi lagu populer baik lokal maupun internasional yang telah ada dengan metode cut-to-cut, reverse, loop tanpa memberikan imbuhan sample nada yang dibuat sendiri. Namun hasilnya, ada 2 lagu yang masih menggunakan sample ciptaan sendiri. Hal ini cukup membuktikan bahwa mengolah kembali lagu yang sudah ada menjadi sesuatu karya yang ‘baru’ bukanlah hal yang mudah dilakukan jika tidak diimbangi dengan pendalaman konsep penciptaan.

Tanggal Rilis:
26 Mei 2010

Track List:
01. TerbujurKaku – Kamu Harus Sweet Child O’Mine
02. JFK – Too Many Samples
03. Bottlesmoker – Goodnight Michele
04. Shorthand Phonetics – Where Are You Going With This?
05. JFK – Stabber
06. Uma Guma – Life Conspiracy
07. Bottlesmoker – Wisata Ajojing Holiday
08. Uma Guma – Satu Kali Lagi
09. Shorthand Phonetics – The Great Pure Saturday Gig In The Sky
10. TerbujurKaku – Mungkin Cintaku Harus Hardcore

UNDUH GRATIS DI
YES NO WAVE MUSIC

Materi lagu dan artwork dari rilisan ini menggunakan lisensi:
Creative Commons License

NEXT TRASH! #1

Sunday, April 11th, 2010

MEGAPLOITASI TUMBLR

Wednesday, February 24th, 2010

Tumblr sebagai salah satu tumblelog yang mulai meranjak populer di kalangan anak muda kelas pelajar hingga seniman-seniman kurang kerjaan yang mendisposisikan tumbling ini sebagai sebuah proyek telah turut meramaikan gegap gempita aktivitas dunia maya di endonesa. Berikut ini dua tumblr asoy karya anak negri yang perlu disimak:

FuckYeahAlay

teliti lebih jauh disini

Adik Baru

via cdn-nl1.imagefap.com

teliti lebih jauh disini

The Spektakuler

http://28.media.tumblr.com/tumblr_kwuikjfSr31qayj3wo1_500.jpg

teliti lebih jauh disini

Blog Kisah Belanja Orang Indonesia

Monday, February 8th, 2010

Apa yang membuatmu sangat ingin memiliki sebuah benda? Apakah kamu pernah terobsesi atau tengah sangat berusaha memiliki satu benda? Apa saja yang kamu lakukan untuk membeli barang itu? Dapatkah kamu menyebutkan 10 benda yang paling ingin kamu miliki tahun ini, dan mengapa kamu sangat menginginkannya? Mana yang lebih kamu senangi: belanja di mall, di toko barang bekas, atau tempat lainnya? Blog ini adalah suatu upaya untuk melakukan perekaman perilaku berbelanja orang Indonesia, konsumsi atau hasrat terhadap benda-benda. Kisah Belanja adalah salah satu proyek dari KUNCI Cultural Studies Center.

Bagi kisah belanjamu atau kisah tentang benda-benda obsesimu di blog ini!