WHATNOT BLOGROLL

WOK THE ROCK

This one of the Yes No Wave Music founder is a headbanger. Lives and works in Yogyakarta, ID. He bangs many heads, from visual art, music, web/graphic design, girls to beer and marijuana. He loves bikini, photography and rock n’ roll. Don’t hesitate to join him for a gang bang show.

Advertisement

Blog Kisah Belanja Orang Indonesia

Monday, 08 February 2010

Apa yang membuatmu sangat ingin memiliki sebuah benda? Apakah kamu pernah terobsesi atau tengah sangat berusaha memiliki satu benda? Apa saja yang kamu lakukan untuk membeli barang itu? Dapatkah kamu menyebutkan 10 benda yang paling ingin kamu miliki tahun ini, dan mengapa kamu sangat menginginkannya? Mana yang lebih kamu senangi: belanja di mall, di toko barang bekas, atau tempat lainnya? Blog ini adalah suatu upaya untuk melakukan perekaman perilaku berbelanja orang Indonesia, konsumsi atau hasrat terhadap benda-benda. Kisah Belanja adalah salah satu proyek dari KUNCI Cultural Studies Center.

Bagi kisah belanjamu atau kisah tentang benda-benda obsesimu di blog ini!

SANGKAKALA: New Wave Of Bantul Heavy Metal

Sunday, 31 January 2010

Retrospeksi dan hal-hal jadul memang selalu seru untuk dinikmati terlebih di ranah musik dan fashion. Bagi penggemar musik, hal ini dibawah sadar akan menggandrunginya. Terutama bagi penggemar musik yang mulai menelusuri jejak band masa kini yang sedang digemarinya. Fans Oasis bisa menyelam hingga Koes Plus. Begitu juga fans High On Fire mungkin bisa terjerembab ke denting piano Changes-nya Black Sabbath yang emo.

Pada awal abad 21 ini yaitu sekitar tahun 2003, Jogja dilanda kebangkitan heavy metal, hard rock, speed metal, hair metal bahkan hingga progresive rock yang pernah berjaya di era 80-an. Semua menjadi serba 80-an. Yang suka disko dijangkiti new wave, yang suka indie-pop demam post-punk, yang suka indie-rock dan grunge menelusuri proto-punk dan krautrock, yang suka punk pun turut terbius oleh Motley Crue atau Twisted Sisters dan yang suka metalcore menggelepar bersama thrash metal. Yang nggak suka apa-apa jadi ikut-ikutan. Namun yang menarik adalah kondisi sebelumnya tidak hilang begitu saja, malah beberapa mampu menciptakan ramuan yang crossover.

http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs039.snc3/12637_169404856500_169314396500_3300065_628804_n.jpg

Sangkakala lahir di kampus seni yang bercokol di kabupaten Bantul pada tahun 2004 di saat gemuruh heavy metal dan saudara-saudaranya sedang merajalela. Di era inilah muncul gig yang bertajuk Rock Siang Bolong yang cukup mewadahi lahirnya band-band metal 80-an seperti Saseni Bujang dan Sangkakala. Namun skala wabah ini cukup kecil.

Sangkakala adalah sekelompok mahasiswa seni rupa Bantul yang sangat menggemari band-band heavy metal dan hard rock dari Jawa Timur seperti Power Metal, Kamikaze, Red Spider, Brigade Metal serta produk-produk binaan Loggiss Records lainnya dan beriringan dengan Manowar, Iron Maiden, Twisted Sisters, Quiet Riot. Namun, astuti (baca: attitude) dan skill mereka yang nge-punk menjadikan musik yang mereka ciptakan dan mainkan berbeda dengan band idolanya. Di satu sisi mereka memperbaiki tatanan lirik lagu band idolanya yang dianggap moralis menjadi lebih urakan dan ceplas-ceplos, tapi di sisi yang lain mereka menurunkan derajat musik metal menjadi kasar. Penampilan diatas panggung dijadikan sebuah fashion show lengkap dengan pesta kembang api. Seperti halnya band-band retro pada umumnya, mereka juga menyajikan ungkapan, gaya dan perilaku yang pernah terjadi di tahun 80-an namun kadangkala diimbuhi penekanan ironisme seperti teriakan “Assalamualaikum…” di intro lagu atau poster band bertorehkan tanda tangan personil.

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_7390-500x333.jpg

Pada perhelatan Jogja Biennale X kemarin, mereka menggelar Macanista Art Project yang meliputi beberapa workshop seperti hairstyling, custom costume, fans attribute (poster, flyer, banner) dan diakhiri dengan konser tunggal. Hasil rekaman konser tunggal ini akan segera dirilis di Yes No Wave Music.

“HENTAKKAN KAKIMU, KIBASKAN RAMBUTMU DAN TERIAKKAN SALAAAM TIGA JARIII!”

Lebih lanjut silahkan kunjungi rocker-rocker kota kabupaten ini di:
Facebook
MySpace
Macanista Blog

http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs039.snc3/12637_169415406500_169314396500_3300168_7660479_n.jpg

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_7218-500x333.jpg

THE SPEKTAKULER

Wednesday, 13 January 2010

THE SPEKTAKULER adalah koalisi radikal antara 2 band cult yaitu Demi Tuhan dan Black Ribbon yang berasal dari kota yang sedang dijangkiti seni monumental kelas kambing. Proyek ini memproduksi gambar, musik dan teks dengan mengeksploitasi membludaknya transmisi ideologi, kepercayaan, fenomena sosial, politik dan budaya populer dari strata got hingga blackberry. Sebuah serial mini album direkam secara live dari sesi jam-session selama 2 jam di sebuah studio kondang yang kini telah terasing.

Album temuan gambar baik diam maupun bergerak yang dipulung dari dunia maya dikoleksi dalam sebuah blog dan koleksi teks dipublikasikan melalui twitter. Musik, gambar dan teks ini bisa dinikmati komplit di blog: thespektakuler.tumblr.com

Koalisi The Spektakuler didalangi oleh Uji Hahan, Wok The Rock, Iyok Prayogo, Edwin Dolly Roseno dan Krisna Widiathama.

IKUTI KAMI:
Twitter
Facebook
MySpace

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_6956-500x333.jpg

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_6982-500x749.jpg

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_6989-500x333.jpg

http://weneedmorestages.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_7005-500x333.jpg

Wimo Film & Video Festival

Friday, 16 October 2009

WFVF Wimo Film Video Festival
28-30 oktober 2009
Setiap Hari, Jam 19:30-21:00 WIB

Kedai Kebun Forum
Jl. Tirtodipuran No. 3
Yogyakarta

Full Doorprize!!

Side Event:
MOVIE BAZAAR
28 Oktober – 4 November 2009

MEGAMIX MILITIA

Wednesday, 16 September 2009

MEGAMIX-MILITIA-LOGO-LANDSCAPE-WEB

Megamix Militia merupakan bagian dari proyek riset eksperimental berdurasi dua tahun berjudul “Konvergensi Media dan Teknologi di Indonesia: Sebuah Tinjauan Perspektif Budaya” yang diadakan oleh KUNCI Cultural Studies Center. Proyek ini bertujuan untuk melakukan eskplorasi atas bagaimana budaya lokal mengapropriasi perkembangan media dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana praktek keseharian dari teknologi informasi menawarkan kemungkinan dan tantangan baru pada perubahan sosial budaya di Indonesia.

Secara khusus, Megamix Militia didesain untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis seputar otentisitas, orisinalitas, kebaruan, serta melakukan eksperimen dan pencarian bentuk-bentuk alternatif produksi budaya dalam konteks perkembangan media dan teknologi yang berperan sebagai salah satu jalur utama produksi, persebaran, dan akumulasi produk pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa musisi dan videomaker akan diundang untuk berpartisipasi dalam melakukan mixing atas musik/video berhak-cipta yang telah ada, saling berbagi mengenai karya yang dikerjakan dan menciptakan sebuah karya yang baru.

Diharapkan sekitar 20 musisi/pembuat video akan terlibat dalam kegiatan yang didesain untuk masa kerja dua tahun ini. Jumlah total keseluruhan yang telah diakumulasi akan ditinjau setiap lima bulan. Setiap angkatan terdiri dari lima partisipan dan diharapkan untuk menghasilkan karya dengan mengapropriasi musik/video yang tersedia.

Pada tahap akhir, semua musik yang diproduksi akan dirilis dalam album kompilasi Music Beyond No Borders oleh Yes No Wave Music. Sementara semua video yang diproduksi akan dirilis dalam kompilasi Video Battle. Durasi: 4 x 5 bulan (September 2009-September 2011)

/// TELAH BEREDAR: THE FRANKENSTONE “Don’t be Sad, Don’t be Gloom The Frankenstone is Ugly” ///

Saturday, 12 September 2009

// YES NO WAVE MUSIC ///
YESNO 033
THE FRANKENSTONE
“Don’t be Sad, Don’t be Gloom The Frankenstone is Ugly”


album_art_yesno033 by you.

The Frankenstone hanyalah sebuah band punk rock biasa. Lahir dan besar di lingkungan yang sarat dengan irama oi!/streetpunk, ska, melodic punk dan peranakan punk lainnya yang lebih trendy saat ini seperti d-beat dan pop-punk ala Pee Wee Gaskin. Namun, menilik gelagat, bercakap dengan band ini dan membaca zine ‘For The Dummy’ yang diproduksi oleh mereka, saya mendapati gejala dikembangkannya sikap rendah diri dan ordinary di beberapa aspek. Bermusik dengan fidelasi rendah, anti-sangar punk, pemaparkan ketololan akibat minuman keras dan pil koplo hingga sentimen terhadap kisah pacaran yang kacangan. Geliat ini menurut saya cukup resistan dalam lingkungan mereka.

Kejujuran memainkan musik rock secara luwes mampu mendaratkan deretan lagu-lagu yang variatif. Album ini cukup sukses mengemas berbagai ras peranakan punk non-agresif mulai dari Buzzcock, The Pixies, The Moldy Peaches, Sebadoh, Mudhoney, Green Day, The Vaseline, Half Japanese, Cock Sparrer, Weezer hingga Ash. Cukup menyenangkan mendengarkan ramuan yang tidak terjebak pada timbunan referensi dan band ini pun terlihat cukup bosan mendengar deretan band-band barat yang saya paparkan diatas. (Wok The Rock)

Tanggal Rilis:
12 September 2009

Track List:
1. beat box rock
2. spend away
3. don’t mess with timebomb
4. you’ll never know
5. fever
6. leave me a radio
7. ordinary love song
8. the pink
9. I try to be a good boy but I’m fucked
10. ain’t talkin’ about you
11. i got  a problem with my health
12. can’t take it anymore
13. uncomercialized prostitute
14. when i’m getting old
15. come back home lonely boy
16. youthful culture
17. in my bed tonight
18. longway to nowhere
19. float

Dapatkan secara gratis di
YES NO WAVE MUSIC

Materi lagu dan artwork dari rilisan ini menggunakan lisensi:

Yes No Wave Music didukung oleh:
Ruang Laba // The Internet Archive // Creative Commons Lisence

YES NO WAVE MUSIC
http://www.yesnowave.com
http://demotape.yesnowave.com

Jl. Nagan Lor 17, Patehan, Kraton
Yogyakarta 55133
+62 274 375131
yesnowave@gmail.com

WWW.YESNOWAVE.COM
DEMOTAPE.YESNOWAVE.COM
XEROXED.YESNOWAVE.COM

MEGAMIX MILITA PROJECT: MOVIE SCREENING ABOUT REMIX CULTURE & COPYRIGHT WAR

Thursday, 10 September 2009

Tentang Film

GOOD COPY BAD COPY
Good Copy Bad Copy, A documentary about the current state of copyright and culture, is a documentary about copyright and culture in the context of Internet, peer-to-peer file sharing and other technological advances. Directed by Andreas Johnsen, Ralf Christensen, and Henrik Moltke.

Artists interviewed include Girl Talk and DJ Danger Mouse. The interviews with artists reveal an emerging understanding of digital works and the obstacle to their authoring copyright presents.

The interviews featured in Good Copy Bad Copy acknowledge a recent shift towards user-generated content, mashup music and video culture. The documentary opens with explaining the current legal situation concerning sampling, licensing and copyright.

RIP: A REMIX MANIFESTO
Immerse yourself in the energetic, innovative and potentially illegal world of mash-up media with RiP: A remix manifesto. Let web activist Brett Gaylor and musician Greg Gillis, better known as Girl Talk, serve as your digital tour guides on a probing investigation into how culture builds upon culture in the information age.

Biomedical engineer turned live-performance sensation Girl Talk, has received immense commercial and critical success for his mind-blowing sample-based music. Utilizing technical expertise and a ferocious creative streak, Girl Talk repositions popular music to create a wild and edgy dialogue between artists from all genres and eras. But are his practices legal? Do his methods of frenetic appropriation embrace collaboration in its purest sense? Or are they infractions of creative integrity and violations of copyright?

Acara ini diselenggarakan oleh KUNCI Cultural Studies Center bekerjasama dengan XEROXED, SOUNDBOUTIQUE dan GAYAM 16

Acara ini merupakan bagian dari MEGAMIX MILITA Project yang diselenggarakan oleh KUNCI Cultural Studies Center.

Mixtape: ALL THE YOUNG CULTS VOL. 3

Wednesday, 26 August 2009

Playlist:
01. N.F.B. (Dallabnikufesin) – Anthrax
02. Anthrax – Kimya Dawson
03. Everybody’s Right, Everybody’s Wrong – Sham 69
04. Acetone- Mudhoney
05. Whorehouse Blues – Motorhead
06. Malam Jum’at Kliwon – Kelelawar Malam
07. Battersea Bardot – Cock Sparrer
08. I Don’t Wanna Grow Up – Tom Waits
09. She Gets Down On Her Knees – Yoko Ono
10. Look At Your Game, Girl – Charles Manson

Running Time: 35:07
DOWNLOAD

Mixed by Wok The Rock
2009

BRAND NEW WEBZINE FROM YES NO WAVE MUSIC

Saturday, 15 August 2009

XEROXED-FLYER by you.

XEROXED is published by Yes No Wave Music, a Yogyakarta based netlabel. The webzine’s contents will feature free-culture products such as music, video/movie, books, art and design that are freely distributed under Creative Commons license and other similar licenses. And mostly it will also feature news, information, and essays on thoughts, phenomenon, and praxis around free-culture and copyleft.

This webzine is aimed to be promotional tool to the free culture movement and culture shared the free products legally. Articles are spread out in English and Indonesian to the International people.

Free Culture
The mission of the Free Culture movement is to build a bottom-up, participatory structure to society and culture, rather than a top-down, closed, proprietary structure. Through the democratizing power of digital technology and the Internet, we can place the tools of creation and distribution, communication and collaboration, teaching and learning into the hands of the common person — and with a truly active, connected, informed citizenry, injustice and oppression will slowly but surely vanish from the earth

Creative Commons
Creative Commons (CC) is a non-profit organization devoted to expanding the range of creative works available for others to build upon legally and to share. The organization has released several copyright-licenses known as Creative Commons licenses. These licenses allow creators to communicate which rights they reserve, and which rights they waive for the benefit of recipients or other creators.

GET XEROXED HERE!

///////////////////////////////////////////////////

XEROXED dipublikasikan oleh Yes No Wave Music, sebuah netlabel yang berbasis di Yogyakarta, Indonesia. Konten webzine ini sebagian besar akan menampilkan produk-produk Free-culture yaitu musik, film/video, buku, desain dan karya seni rupa yang didistribusikan secara gratis dengan menggunakan lisensi Creative Commons atau lisensi serupa lainnya. Selebihnya akan diisi juga dengan berita, informasi dan essay seputar pemikiran, praktik dan fenomena yang terjadi mengenai free-culture dan copyleft.

Webzine ini bertujuan sebagai corong promosi gerakan free-culture dan budaya saling berbagi produk-produk gratis secara legal. Artikel tersebar dalam bahasa Inggris dan Indonesia yang diproyeksikan pada khalayak internasional.

Free Culture
Misi dari Freeculture adalah untuk membangun sebuah skema bawah-atas, struktur partisipasi untuk sosial dan budaya, ketimbang atas-bawah, tertutup, dan struktur yang ekslusif. Melalui kekuatan demokrasi yang ada di internet dan teknologi digital, kita dapat menaruh alat untuk membuat dan mendistribusikan, berkomunikasi dan berkolaborasi, mengajarkan dan belajar dengan orang banyak – dan keaktifan, hubungan, informasi menyeluruh, ketidakadilan dan ketertutupan lambat laun akan hilang dari dunia.

Creative Commons
Creative Commons (CC) adalah suatu organisasi nirlaba yang memfokuskan diri untuk memperluas cakupan karya kreatif yang tersedia untuk orang lain secara legal untuk digunakan kembali dan dibagi. Organisasi ini telah menerbitkan beberapa lisensi hak cipta yang dikenal dengan lisensi Creative Commons. Lisensi-lisensi ini, tergantung dengan mana yang dipilih, membatasi hanya suatu (atau tidak ada sama sekali) hak atas suatu karya.

GET XEROXED HERE!

MEGAZINE #3: NEWSLETTER KUNCI 17

Saturday, 15 August 2009

Newsletter KUNCI diterbitkan oleh KUNCI Cultural Studies Center, sebuah lembaga non-profit dan independen yang didirikan di Yogyakarta, Indonesia, pada tahun 1999 dan bekerja untuk mengembangkan masyarakat Indonesia yang secara kultural bersifat kritis, terbuka dan  berdaya. Misinya adalah mengembangkan kajian budaya atas dasar semangat eksploratif dan eksperimental serta mendorongnya menuju gerakan yang lebih luas melalui praktek-praktek pendidikan populer.

Kunjungi khasanahnya disini

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
BLOGROLL
Latest Blogroll Post
Whatnot TV
WHATNOT FM
Have A Nice Day
HAVE A NICE DAY?
Advertisement
 
Advertisement